Kamis, Des 4 2008 

SEJARAH MUSIK RAP / HIP HOP
220 magnify
SEJARAH RAP DARI AFRIKA, JAMAIKA, AMERIKA

Untuk mengerti sejarah dari rap, kamu harus to dua hal: Rap adalah berbicara dengan rima mengikuti ritme atau ketukan beat. Hiphop adalah budaya, jalan hidup(way of life) untuk lingkungan orang-orang yang mengidentifikasi, mencintai, dan menghargai nge-rap, nge-breakdance, nge-Deejay, dan graffiti (Kurtis Blow).

RAP

Kebanyakan buku, Acara Tv dan sejarahwan mengatakan bahwa rap di buat/ diciptakan di Bronx, tapi ini tidak sepenuhnya betul. Rap Amerika yang kita tau sekarang dimulai sekitar 1970 di Boogie Down Bronx. Untuk mengerti secara keseluruhan, kita harus kembali ke masa lampau : Dimulai di Afrika..Gospel
Mari kembali ke akarnya, di Afrika – untuk lebih spesifik- Suku-suku disana mengabadikan sejarah mereka dalam bait-bait ritmik dan nyanyian. Karena ada banyak suku-suku, banyak terdapat bahasa daerah dan suku-suku yang bahasa mereka seringnya tidak dibuang/ dilupakan. Jadi, untuk menjaga sejarah dan legenda mereka menggunakan lagu dan ritmik untuk menceritakannya. Karena pedagang budak kulit putih datang dan memisahkan mereka dari keluarga dan suku mereka.

Orang afrika asli membawa cerita dan rima mereka bersama pedagang budak eropa. Mereka (pedagang budak)tidak mengijinkan para budak bicara menggunakan “Bahasa Ibu” (bahasa afrika asli) . Para pedagang budak itu berpikir bahwa mereka berencana untuk membuat rusuh. Walaupun mereka dirantai. Tapi mereka di perbolehkan untuk menyanyi. Ini membuat para budak bertahan hidup dan merasa lebih baik. Para budak wanita di perkosa dan sering kali hamil oleh crew (para pembantu pedagang budak). Budak wanita dijadikan bonus buat para crew. Perjalanan seperti ini bisa memakan waktu hingga sebulan. Dan bila ada sekitar 1000 budak, 600-700 yang selamat, itu adalah perjalanan yang bagus. Dan bila budak wanita hamil maka mereka akan mendapatkan harga yang lebih baik (karena ada tambahan bayi dalam kandungan budak wanita). Lalu para majikan (pemilik budak) berlaku sama untuk mendapatkan lebih banyak budak(memperkosa budak wanita hingga hamil dan anak hasil perbuatan itu di jadikan budak lagi). Mereka, para majikan bahkan memberikan tamu mereka satu atau dua wanita untuk teman tidur…
Ketika mereka menyanyi mereka bekerja lebih giat karena isi nyanyiannya adalah tentang dari mana mereka berasal dan sejarah suku-suku mereka. Waktu seelanjutnya, karena majikan bersifat lebih lunak, para budak diperbolehkan libur setiap hari minggu. Pada hari minggu tersebut, para budak pergi ke gereja dan menyanyikan lagu kebebasan. Hal ini kemudian berubah menjadi paduan suara Gospel.

Blues.
Ketika perbudakan dilarang, kulit hitam masih diburu, digantung, disiksa dan lebih buruk lagi. Waktu itu adalah masa yang sangat buram dan menyedihkan. Lagu-lagu terdengar murung dan sedih. Blues dulunya adalah cuma satu instrument dan satu vocal dengan suara yang mengayun sendu.

Jazz
Beberapa tahun kemudian, mereka mulai memadukan musik tradisional Afrika dengan instrument Eropa. Dan lahirlah apa yang disebut Jazz. Lalu Soul muncul sebagai gaya yang lebih ringan dan riang daripada R & B.

Rhythm & Blues
Ketika artis-artis Blues pindah dari pedesaan ke daerah perkotaan, musiknya terdengar lebih berat dan dengan gaya yang lebih groovy. Suara utama adalah pada rhythm. Lalu ini menjadi Rhythm And Blues (R&B), dan waktu itu merupakan satu-satunya jenis musik kulit hitam. Diketahui juga oleh audiens kulit putih pada awal tahun 50-an. Tapi masih kuat dipengaruhi oleh musisi kulit putih. Satu dari artist R&B yang terkenal jaman itu adalah Lois Jordan dengan banyak lagu hits-nya di tahun 40-an dan 50-an. Diantar Fats Domino mereka membuat lyrik yang lucu dikombinasikan dengan groove yang cepat dan dinamis. Hal itu membuat merka tersentuh auidiens kulit putih. Tapi itu bukan sebelum pertengahan tahun 50-an ketikas R&B diputar di radio dan waktu itu musiknya adalah rock & roll. R&B di kombinasikan denga elemen dari Jass, Country Blues, Boogie Woogie dan Gospel.

sejarah fongers dan gazelle Senin, Des 1 2008 

Mr Andre Koopmans mengirimkan 4 foto tentang sejarah Fongers :

Hallo mr. Heru,maybe you can give this to a realy Fongers-crazy man, I made photo’s in the old Fongers Archive in Groningen, I send Nino a lot of photo’s.

copy-of-fongers_154.jpg

Mr. A.Fongers sebagai pendiri pabrik sepeda Fongers

copy-of-fongers-150.jpg

di dekade 1880 Fongers memulai produksi sepeda pertamanya di bangunan ini

copy-of-fongers_010.jpg

Pada th 1896 Fongers membangun pabrik baru ,sampai sekarang bagian depan pabrik ini masih utuh seperti sedia kala

copy-of-fongers-006.jpg

beberapa hari yg lalu. Mr Andre memfoto pabrik Fongers, ngga beda kan sama gambar yang diatas..

Mr. Bas Groot temennya Mr.Andre juga ngga mau kalah ..

doi kasih kita gambar iklan sepeda Gazelle yang diambil dari buku 1892-1967 : 75 jaar Gazelle (1892-1967 : 75 tahun Gazelle).

post-1.jpg

post-2.jpg

brosur diatas terbit tahun 1939 yang dipakai utk promosi sepeda di kawasan Hindia Timur (oost Indie), pabrikan Gazelle menyebutnya dengan “Atjeh-Fietsen”.

dkutip dri wong cilik

sejarah gazelle Senin, Des 1 2008 

Sejarah GAZELLE

Tahun 1892 :
Willem Kolling, yang bekerja sebagai agen kantor pos disebuah desa di Belanda yang bernama Dieren, mengundurkan diri dan memulai usaha dagang sepeda dengan memesan sebuah sepeda di Inggris. Usaha dagangnya berkembang dengan sangat bagus. Kolling kemudian memulai kerja sama dengan pengecer perangkat dari besi dan kompor Rudolf Arentzen dari Dieren.

Tahun 1902 :
Arentzen dan Kolling membeli tanah dan bangunan baru ditempat berdirinya pabrik sekarang, dan memulai produksi sepeda. Dalam tahun yang sama, sepeda pertama kali yang bermerk Gazelle mulai dijual.

Tahun 1903 :
Kemudian Gazelle memperkenalkan produksi sepeda motornya yang pertama, namun tidak dibuat oleh Gazelle sendiri

Tahun 1905 :
Meskipun perkembangannya berkembang bagus Arentzen mengundurkan diri dari perusahaan itu. Posisinya digantikan oleh Hendrik Kolling, Saudara Willem Kolling.

Tahun 1912 :
Dengan perluasan besar-besaran terhadap tanah dan bangunan awal mereka, dan dengan alat permesinan yang modern dan spesialis, rencana produksi sendiri bisa direalisasikan sepenuhnya. Mereka memiliki spesialisasi dalam pembuatan sepeda lengkap. Sementara itu aktivitas perdagangan borongan Gazelle menjadi semakin penting.

Tahun 1915 :
Keluarga Kolling dan kemenakan mereka Jan Breuking mengganti nama perusahaan menjadi ” N.V. GAZELLE Rijwielfabriek v/h Arentzen en Kolling “. Dalam dua puluh lima tahun berikutnya perusahaan ini mengalami pertumbuhan yang mantap. Permintaan dari Outlet domestik serta permintaan international meningkat secara signifikan. Hal ini juga karena pasar yang berkembang bagi sepeda Gazelle di Indonesia, yang pada saat itu menjadi Koloni Belanda. Disamping sepeda-sepeda standar, beberapa sepeda bermotor, Delivery Bicycles dan Carrier tricycle ( sepeda muatan tiga roda ) diproduksi untuk berbagai sektor industri.

Tahun 1930-1931 :
Gazelle memperkenalkan model kerangka silang 9X dan 8V

Tahun 1931 :
Berbagai variasi merk Invicta muncul dalam katalog Gazelle, sementara itu merk Gelria juga diperkenalkan.

Tahun 1935 :
Gazelle memperkenalkan tandem pertama yang sangat populer dalam tahun-tahun sebelum perang dunia kedua. Pada tahun perkenalannya, 600 unit tandem segera terjual.

Tahun 1937 :
Sepeda listrik yang digerakkan oleh akumulator 12 V dan didesain oleh Philips diproduksi oleh lima pembuat sepeda yang terkenal di Belanda. Diantara mereka, Gazelle adalah yang paling penting dan mereka memproduksi 117 sepeda jenis ini. Tetapi sepeda jenis ini tidak pernah sangat populer. Seperti bagi banyak perusahaan belanda lainnya, perang merupakan masa yang sulit bagi Gazelle, sebagian mesin pabrik dibongkar oleh tentara jerman yang menduduki dan diangkut ke Jerman. Mesin yang masih tersisa diledakkan persis sebelum kedatangan sekutu. Selain itu , Pabrik Willem Kolling menderita kerusakan hebat akibat perang. Dalam bulan Agustus 1946 sepeda Gazelle pasca perang yang pertama tersedia dan pada tahun 1950 tersedia sepeda Gazelle dengan Clip-on Motor. Produksi Carrier Bicycle dan Carrier tricycles diteruskan.

Tahun 1954 :
Perusahaan Gazelle yang sebelumnya merupakan perusahaan pribadi diubah menjadi In-corporation. Pada tahun yang sama, Gazelle membuat 1.000.000 sepeda.

Tahun 1963 :
Diawal tahun 1963, Gazelle melakukan merger dengan Batavus dari Heerenveen. Kerja sama ini tidak bisa memenuhi harapan yang mendasari dan putus sesudah dua tahun.

Tahun 1964 :
Gazelle merupakan perusahaan pembuat sepeda belanda pertama yang memperkenalkan sepeda lipat ( folding bike ) yang dinami “kwikstep”. Berbeda dengan sepeda lipat umum lainnya, kwikstep dilipat pada sumbu horizontal dibawah siku-siku bawah (botoom bracket) tidak pada sumbu vertikal.

Tahun 1966 :
Gazelle memperkenalkan kembali model tandem, kali ini jenis modern yang tidak begitu berat. pada tahun yang sama 2.000.000 sepeda Gazelle dibuat.

Tahun 1968 :
Gazelle mengambil alih merk Juncker, Simplex dan Locomotive serta merk moped terkenal Berini. Selain hub (poros) depan dengan rem tromol (drum-brake front hub) bermerek Gazelle, yang masih diproduksi sampai sekarang. Gazelle juga memproduksi three-speed rear hub (poros belakang dengan tiga kecepatan) dan dengan rem teromol pada tahun enam puluhan. sesudah membuat sekitar 45.000-50.000 unit, produksi dihentikan diakhir tahun enam puluhan karena biaya yang tinggi.

Tahun 1971 :
Gazelle diambil alih oleh Tube Investment (TI). Nama perusahaan ini sekarang adalah ” Gazelle Rijwielfabriek B.V ” sebuah perseroan terbatas swasta (private limited company).
Tahun 1987 :
TI menjual divisi sepedanya kepada Derby Cycles Corp. Perusahaan multinasional dengan kantor pusat di New York ini sekarang juga memiliki perusahaan pembuat sepeda Raleigh, produsen sepeda Sturmey-Archer serta merk-merk sepeda Jerman yang terkenal Kalkhoff, Rixe, Winora dan Staiger.

Tahun 1992 :
Gazelle merayakan ulang tahun yang ke-100. Pada tahun yang sama,produksi total komulatifnya mencapai 8 juta unit.

Tahun 1999 :
Dibulan April, Gazelle mencapai tonggak sejarah baru : 10 juta sepeda telah dikeluarkan oleh pabrik. Gazelle sekarang mempekerjakan 550 karyawan dan menghasilkan lebih dari 300.000 sepeda dalam setahun. Gazelle merupakan salah satu dari sedikit perusahaan pembuat sepeda besar yang masih membuat sendiri sebagian besar rangkanya. 20% dari total produksi diekspor ke Belgia dan wilayah-wilayah Jerman yang berdekatan.

Tahun 2001 :
Derby Cycles Corporation menjual Gazelle kepada dana Investasi Belanda ” Gilde Buy Out Fund “. Gazelle berkembang bagus,tetapi Derby mengalami masalah finansial yang serius. Produksi tahunannya adalah sekitar 380.000 unit, sementara pangsa pasar Gazelle mencapai sekitar tiga puluh persen.

Sekarang ini, Gazelle masih menjadi pemimpin industri sepeda belanda. Sepeda Gazelle diproduksi dalam jumlah besar dan dikenal sebagai sepeda yang sangat nyaman dan tangguh Mercedes Benz-nya merk-merk sepeda Belanda. ( Sepeda muatan Gazelle yang bisa dilipat (Diproduksi pertama kali tahun 1930), kotak muatannya bisa dilipat dan chasisnya juga bisa diubah. Sepeda Gazelle bisa dilacak tahun pembuatannya dengan sangat mudah. ada daftar nomor kerangka untuk periode 1916-1950, yang berasal dari arsip-arsip Gazelle.
Gazelle menggunakan nomor kerangka langsung sampai tahun 1974. Angka pertama mengacu kepada angka terakhir tahun pembuatan. Semenjak 1981, Gazelle menggunakan nomor kerangka dengan tujuh angka.
(sumber : Theo Matthijs and Herbert Kuner, 1999-2006 )

sejarah pkoke Senin, Des 1 2008 

Mr Andre Koopmans mengirimkan 4 foto tentang sejarah Fongers :

Hallo mr. Heru,maybe you can give this to a realy Fongers-crazy man, I made photo’s in the old Fongers Archive in Groningen, I send Nino a lot of photo’s.

copy-of-fongers_154.jpg

Mr. A.Fongers sebagai pendiri pabrik sepeda Fongers

copy-of-fongers-150.jpg

di dekade 1880 Fongers memulai produksi sepeda pertamanya di bangunan ini

copy-of-fongers_010.jpg

Pada th 1896 Fongers membangun pabrik baru ,sampai sekarang bagian depan pabrik ini masih utuh seperti sedia kala

copy-of-fongers-006.jpg

beberapa hari yg lalu. Mr Andre memfoto pabrik Fongers, ngga beda kan sama gambar yang diatas..

Mr. Bas Groot temennya Mr.Andre juga ngga mau kalah ..

doi kasih kita gambar iklan sepeda Gazelle yang diambil dari buku 1892-1967 : 75 jaar Gazelle (1892-1967 : 75 tahun Gazelle).

post-1.jpg

post-2.jpg

brosur diatas terbit tahun 1939 yang dipakai utk promosi sepeda di kawasan Hindia Timur (oost Indie), pabrikan Gazelle menyebutnya dengan “Atjeh-Fietsen”

dkutip dri wira wiri naek spd

(lagi…)

sejarah onthel Senin, Des 1 2008 

Sejarah Sosial Terbeber dalam Sepeda “Onthel”

Oleh Lukas Adi Prasetya

Sepeda onthel dulu hanya bisa dibeli kaum priayi alias bangsawan. Sebuah status “kelas atas” pun tersematkan dengan sendirinya. Di masa-masa perjuangan, kalau ada gadis naik sepeda merek Himber buatan tahun 1925 di depan kerumunan cowok, wah, hebat itu!

Sayang, dekade yang berlari semakin meminggirkan pit-pit (sepeda) onthel itu. Motorlah yang kini menjadi raja jalanan, sementara sepeda hanya dikayuh para pedagang kecil, pak tani, anak usia SD, buruh pabrik, atau hanya selingan dalam berkendara.

Tak banyak lagi yang mengenal bahkan melihat merek-merek sepeda kelas wahid zaman dulu, seperti Gazelle dan Simplex bikinan Belanda atau Hercules buatan Inggris. Sepeda-sepeda onthel itu sekarang hanya dimiliki para kolektor dan penggemar.

Meski begitu, toh kenangan atas kejayaan onthel tetap menjadi kerinduan sekaligus kebanggaan sehingga tak salah ketika kenangan itu disentil dalam Pameran Sepeda Onthel “Sepeda Doeloe Masih Ada Kini” di Rumah Budaya Tembi, Bantul pada 20-30 Juli.

Tentu saja, dengan ruangan terbatas, Paguyuban Onthel Djogjakarta selaku pemrakarsa pameran, tak bisa memajang hampir 350 sepeda para anggotanya. Hanya 34 sepeda kuno usia tertua buatan tahun 1906 dan usia termuda buatan 1960-an yang bisa dimasukkan ke ruangan.

Semua sepeda menyisakan rasa tertarik saat pengunjung memelototinya. Falter buatan Belanda 1960, misalnya, didesain untuk para tukang pos. Ada kerangka besi di atas ban roda depan sebagai tempat barang. Bagian bawahnya bisa ditekuk untuk dijadikan standar berdiri.

Ada lagi merek SNU, sepeda yang identik dengan suster-suster. Onthel made in Amerika Serikat tahun 1930-an ini memakai sistem rem torpedo. Kalau mengerem, maka pedal dikayuh ke belakang. Rangkanya juga satu kesatuan, tidak ada sambungan sehingga lebih ringkih.

Beranjak ke sudut lain, Hercules buatan Inggris tahun 1959 adalah untuk keperluan perang. Sudah pakai empat gigi persneling plus tas kulit dipalang untuk tempat pistol. Ada pula Columbia buatan Amerika yang tidak memakai rantai karena roda digerakkan dengan gardan seperti mobil.

Merek Triumph dari Inggris buatan 1906 juga masih orisinal bagiannya, kecuali ban. GB, begitu nama kunci pengaman roda belakang yang agak berkarat, memakai model digit. Ada lima pelat yang mesti dipencet benar supaya kunci terbuka.

“Wah kalau sepeda ini harganya mungkin sudah Rp 50 juta-an lebih. Tapi tidak dijual. Dalam pameran ini hanya beberapa sepeda dijual. Maklum, klangenan dan nyari-nya pun setengah mati,” kata Towil, Ketua Paguyuban Onthel Djokjakarta.

Langka

Sepeda-sepeda ini tergolong amat langka. Merek Falter tadi, misalnya, kata Towil, diyakini di Indonesia sekarang jumlahnya tidak lebih 10 biji. Sepeda ini dulu adalah kendaraan wajib kantor pos di kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Sebuah proses panjang kalau bercerita perburuan sepeda-sepeda itu, dan tak jarang harus menanti setahun untuk mendapatkannya. Bahkan, ada sepeda yang didapat pada tempat tidak semestinya seperti sepeda milik Wahyu Wahono, kerabat (anggota) paguyuban itu.

Wahyu mendapati sepeda Simplex buatan Belada tahun 1920-an di rongsokan. Aksesori seperti kunci fort yang berupa jam bundar kecil masih menempel mesra di atas roda belakangnya. Sepeda lalu dicat ulang agar lebih menarik.

Towil tahun lalu mendapat BSA-nya dengan menyambangi rutin rumah pemiliknya, setiap hari selama dua bulan. Datang sopan dan “rayuan maut” harus telaten dilancarkan agar sepeda yang dipajang pada dinding rumah itu bisa berpindah ke pelukannya.

Akhirnya, sepeda bisa dibeli Rp 300.000, namun mesti ditambah dengan setumpuk janji pada si pemilik sepeda bahwa Towil akan merawat klangenannya itu sepenuh hati. Sepeda keluaran tahun 1930-an itu juga tidak boleh dijual.

Menyinggung pameran ini, kata Towil, paguyuban hanya ingin mengatakan bahwa sepeda itu migunani kangge sedaya (bermanfaat bagi semua). “Budaya bersepeda kini luntur, dan itulah keprihatinan kami,” ucap Towil.

dkutip dari kompas

new blog Minggu, Nov 30 2008 

taaaeeeeeexxxxxxxx

gw bngung bwt blog’a . .

krn bru prtama y g pp lah . . ..

Hello world! Minggu, Nov 30 2008 

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.